Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2013

Thanks


Hari ini aku liat blogku pengunjungnya udah 30.015
seneeenggg :D

ga nyangka banget blog yang isinya cuma dikit dan postingnya jaman dulu banget tapi masih ada aja yang mampir. kalo gini aku jadi semangat deh haha *lebe

Minggu-minggu ini banyak banget tugas kuliah sampe bingung ngerjain yang mana duluan dan kewalahan dikejar-kejar deadline. bayangin, satu minggu ada 8 matkul. tiap hari di kasi tugas. tugas satu rampung n dikumpulin, eh dikasih oleh-oleh tugas lagi sebelum selesai kuliah. ini berjalan tiap hari dan satu dosen kadang ngasi tugasnya nggak cuma satu, tapi ada 2-3 macam tugas sekali ngasih, dan ada tugas individu sama tugas kelompok. deadline pun ada yang cuma sampe hari itu sampe jam 12 malem, ada yang cuma sehari, ada yang sampe seminggu. semester ini yang paling berat, tugasnya semua amazing banget *baek banget yaa dosen-dosenkuuu*

Pantesan banyak yang ngeluh gini : 

"Tuhan aja tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan hambanya, tapi dosen memberi tugas diluar kemampuan mahasiswanya.."

Tapi Alhamdulillah aku n temen-temen kelompokku selalu bisa ngerjain semua tugas walaupun harus begadang, liatin laptop trus lebih dari 6 jam, sometimes kelaparan tengah malem dan paginya waktu kuliah ngantuk beratt hehehe

kata temen-temen aku ni tahan banting, kalo cowok kan emang udah biasa yaa begadang tapi kalo aku sebenernya ngga bisa banget begadang. paling mentok jam 00.00 itu waktunya istirahat. temen-temen semuanya sayang sama aku, aku selalu disuruh tidur duluan kalo lagi ngerjain tugas online tengah malem hehe

Btw, makasih semuanyaa yang udah mengunjungi blogku yaa... :*

Kamis, 18 Oktober 2012

E-business Models

kali ini saya ingin share tugas mata kuliah E-Business Models
isinya mengenai model-model E-business menurut Colin Combe:
  • Brokerages
  • E-shops
  • E-malls
  • E-auctions
  • Trading communities
  • Virtual communities
  • Buyer aggregator model
  • Classifieds
  • Infomediaries
  • E-procurement
  • Distribution model
  • Portaling
  • Collaboration platforms
  • Value chain integrators
  • Value chain service providers
  • Manufacturer model
  • Affiliate model
  • Subscription model
  • Models for mobile wireless technology
ada contoh websitenya juga :D
semoga bermanfaat..
download disini

Selasa, 24 April 2012

Classful Protocol Routing dan Classless Protocol Routing


Nama   : Fitriana Faristia
Nim     : 10410100206

Classful Routing Protocol adalah : penerapan subnet secara penuh atau default. /24,/16,/8
artinya penggunaan kelas full dikonsep ini. Classful routing protocols juga ialah suatu protocol dimana protokol ini tidak ‘membawa’ routing mask information ketika update routing atau routing advertisements. Ia hanya membawa informasi ip-address saja, dan menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya. Dynamic routing Classfull : Rip V1, IGRP. Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas IP address ( yang berjumlah sekitar 4 milyar ) dibagi kedalam lima kelas yakni:
Address kelasA
1 bit pertama IP Address-nya“0”
Address kelas B
2 bit pertama IP Address-nya“10”
Address kelas C
3 bit pertama IP Address-nya“110”
Address kelas D
4 bit pertama IP Address-nya“1110”
Address kelas E
4 bit pertama IP Address-nya“1111”

Kelebihan:
-          tidak perlu menyertakan subnetmask pada update routing
Kekurangan classfull routing protocol:
-          Tidak mendukung vlsm
-          ketidakmampuanuntunk mendukung jaringan discontiguous.
jenis-jenis Classful Routing Protocol:
RIP V1(Routing Information Protocol)
RIP merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rutedefault.
Karakteristik RIP versi 1
  1. Distance Vector Routing Protocol
  2. Menggunakan metric yaitu hop count
  3. Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
  4. Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
  5. Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
  6. Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
  7. Menjalankan auto summary secara default
  8. Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
  9. Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
  10. Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask dalam paket update.Akibatnya RIP v.1 tidak mendukung VLSM dan CIDR.
  11. Mempunyai AD 120
– Kelebihan
·         Menggunakan metode Triggered Update.
·         RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
·         Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
·         Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
– Kekurangan
·         Jumlah host Terbatas
·         RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
·         RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
·         Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
·         hanya mendukung routing classfull
·         tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing
·         tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
·         perbaikan routing broadcast

IGRP
The Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah sebuah routing protocol berpemilik yang dikembangkan pada pertengahan tahun 1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama dalam menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya adalah 100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam sebuah internetwork (Composite Metrik).
Pada IGRP ini routing dlakukan secara matematik berdasarkan jarak. Untuk itu pada IGRP ini sudah mempertimbangkan hal berikut sebelum mengambil keputusan jalur mana yang akan ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan : load, delay,bandwitdh, realibility
Kekurangan dan kelebihan IGRP:
  1. IGRP tidak meningkatkan fitur konvergensi dan efesien pengopersaian sinyal
  2. IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan interoperability tanpa batas dengan ruter IGRP
  3. IGRP tidak mendukung multiprotocol
  4. IGRP mempunyai hop count sampai 255
  5. IGRP menggunakan metrik yang panjangnya 32 bit, yang memberi faktor skala256([10000000/BW]*2560



Classless routing protocols yaitu suatu metodologi pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing(CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik. Biasanya dalam menuliskan CIDR suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang CIDR ini dalam bit. Contoh: 192.168.1.0/24.
Classless routing protocols ‘memanjangkan’ standard skema IP Adress Class A, B, atau C dengan menggunakan subnet mask atau mask length sebagai indikasi bahwa router harus menejemahkan IP network ID. Classless routing protocols memasukan subnet mask bersama dengan IP address ketika mencari informasi routing.
Classless routing protocol adalah pendukung protokol Classless Inter-Domain Routing (CIDR), sebuah skema yang lebih baru dari IPv4 dengan menggunakan sebuah subnet mask atau mask panjang untuk menunjukkan bagaimana router harus mengidentifikasi ID jaringan IP Subnet mask mewakili ID jaringan tidak terbatas pada mereka yang didefinisikan oleh kelas-kelas alamat, tetapi dapat berisi variabel jumlah bit orde tinggi. Subnet mask seperti fleksibilitas memungkinkan Anda untuk mengelompokkan beberapa jaringan sebagai satu entri di tabel routing, routing secara signifikan mengurangi biaya overhead
Metode classless addressing (pengalamatan tanpa kelas) saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing(CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga denganNetwork Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit.
Contoh: 192.168.0.0/24

Kelebihan:
Mendukung VLSM

Jenis-jenis Classless routing protocols
IS-IS (Intermediate System-to-Intermediate System)
IS-IS adalah Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) spesifikasi router dinamis. IS-IS digambarkan dalam ISO/IEC 10589 IS-IS jaringan protokol router antar jaringan Negara yang berfungsi sebagai informasi jaringan Negara. Melalui jaringan tersebut untuk membikin sebuah topologi jaringan. IS-IS maksud utamanya untuk penghubung OSI paket dari CNLP (connectionless Network Protokol) tapi telah mempunyai kapasitas untuk menghubungkan paket IP. Ketika paket IP terintegrasi dalam IS-IS menyediakan kemampuan untuk menghubungkan protokol luar dari OSI family seperti IP. Serupa dengan OSPF, IS-IS didirikan sebuah arsitektur hierarki dari jaringan tersebut. IS-IS menghasilkan dua tingkatan level, level (1) untuk dalam area dan level (2) untuk antar area.


Rip V2

Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada RIPv2 ini.
Karakteristik RIP versi 2:
Persamaan dengan RIP v.1 :
1. Distance Vector Routing Protocol
2. Metric berupa hop count
3. Max hop count adalah 15
4. Menggunakan port 520
5. Menjalankan auto summary secara default
Perbedaan dengan RIP v.1 :
1. Bersifat classless routing protocol, artinya menyertakan field SM dalam paket update yang dikirimkan sehingga RIP v.2 mendukung VLSM & CIDR

2. Mengirimkan paket update & menerima paket update versi 2
3. Mengirimkan update ke alamat multicast yaitu 224.0.0.9
4. Auto Summary dapat dimatikan
5. Mendukung fungsi keamanan berupa authentication yang dapat mencegah routing update dikirim atau diterima dari sumber yang tidak dipercaya
Kelebihan RIP versi 2:
-mendukung routing classfull dan routing classless
-info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
-mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
-perbaikan routing multicast

OSPF
OSPf  (Open Shortest Path First) adalah routing protocol link-state yang dikembangkan oleh IETF sebagai pengganti RIP. Sifat OSPF adalah "open"; Artinya vendor apapun dapat memanfaatkan routing protocol ini. Memanfaatkan algoritma Shortest Path First (SPF); dimana jalur terbaik adalah jalur yang mempunyai cumulative cost yang paling rendah. Tidak ada batasn penentuan cost ini. OSPF mendasarkan matric dari cost yang berbeda-beda antar vendor. CISCO menerapkan penghitungan cost berdasarkan rumus: 108/BW Ada 5 tipe paket yang digunakan oleh OSPF:
1.         Hello packet
2.         Link State Request (LSR)
3.         Link State Update (LSU)
4.         Database Description
5.         Link State Acknoeledgement (LSAck)

         OSPF juga mirip dengan EIGRP dimana terdapat 3 table, yaitu adjacency table (berisi neighbour-neighbour).  OSPF juga melakukan auto summary, sehingga mendukung sepenuhnya VLSM & CIDR.
          OSPF kiga memanfaatkan process ID seperti EIGRP; Namun router - router yang menjalankan OSPF tidak perlu menggunakan process. ID yang sama untuk saling berkomunikasi karena OSPF menggunakan sistem area. Area pada OSPF menentukan batasan update packet dapat dikirim ke router mana saja. Hal ini akan memelihara bandwidth, karena perubahan pada salah satu router di satu area tidak "merembet" ke luar are tersebut. Area yang wajib ada dalam topologi OSPF adalah area O, yaitu backbone area.  OSPF juga mendukung autentikasi dengahn2 tipe: yaitu clear text dengan MD5.OSPF hanya mengenal: BMA(Broadcast Multi Access) Router2-Hub-Router2, NBMA, P2MP, VL.
-  Kelebihan
·         tidak menghasilkan routing loop
·         mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
·         dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
·         membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
·         waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
-  Kekurangan
·         Membutuhkan basis data yang besar
·         Lebih rumit


EIGRP

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di-update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar.
Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi.
Karakteristik:
-          Penerus dari IGRP, CISCO proprietary
-          Memanfaatkan triggered update, partial, dan bounded update
-          Partial artinya routing update yang dikirimkan tidak keseluruhan, namun hanya route2 yang berubah
-          Bounded artinya hanya akan dikirimkan kepada router2 yang membutuhkan -> alamat multicast (224.0.0.10)
-          Memanfaatkan algoritma DUAL (Diffused Update Algorithm) untuk mencari successor (best path), dan feasible successor (backup path)
-  Kelebihan
·         melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
·         memerlukan lebih sedikit memori dan proses
·         memerlukan fitur loopavoidance
  • EIGRP mendukung multiprotocol
  • EIGRP meningkatkan fitur konvergensi dan efesien pengopersaian sinyal
  • IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan interoperability tanpa batas dengan ruter IGRP
-  Kekurangan
·         Hanya untuk Router Cisco
  • EIGRP mempunyai maximum hop count terbatas sampai 224
Border Gateway Protocol (BGP)
Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
- Kelebihan
·         Sangat sederhana dalam instalasi
-    Kekurangan
·         Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.

Selasa, 28 Februari 2012

NETWORK STANDARD

Nama : Fitriana Faristia
Nim     : 10410100206


OSI (Open System Interconnection)

Open System Interconnection (OSI)  adalah suatu arsitektur yang dibentuk oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk mempermudah komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda.
Model OSI adalah suatu dekripsi abstrak mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer yang dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif Open Systems Interconnection (OSI). Model ini disebut juga dengan model “Tujuh lapisan OSI” (OSI seven layer model). 7 layer atau OSI dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977.
Berikut ini adalah model dari 7 macam OSI:
Model OSI terdiri dari 7 layer :
1. Application
2. Presentation
3. Session
4. Transport
5. Network
6. Data Link
7. Physical

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke‐tujuh
layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi
penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu
layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima
“header” dicopot sesuai dengan layernya.


Model OSI

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap‐tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing‐masing. Tiap layer
harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung
melalui serentetan protokol dan standard
Model OSI dibagi menjadi 2 group
—  Tiga layer (upper layer) teratas mendefinisikan bagaimana aplikasi-aplikasi berkomunikasi satu sama lain dan bagaimana aplikasi berkomunikasi dengan User.
—  Empat layer (lower layer) dibawahnya, mendefinisikan bagaimana data dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain.







 Konsep dan kegunaan masing-maing layer:
1. Layer Aplikasi
Berurusan dengan program komputer yang digunakan oleh user (program yang hanya mengakses jaringan).

 2. Layer Presentasi
Bertugas mengurusi format data yang dipahami oleh berbagai macam media
3. Layer Sesi ( Session)
Bagaimana memulai, mengontrol dan mengakhiri suatu komunikasi 
 Komunikasi dapat berlangsung dalam tiga mode dialog :
   a. Simplex
   b. Half - Duplex
   c. Full - Duplex

4. Layer Transport
  •     Pemilihan protokol yang mendukung error-recovery atau tidak.
  •     Melakukan multiplexing, mengurutkan data.
  •     Melakukan segmentasi pada layer atasnya.
  •     Melakukan koneksi end-to-end.
  •     Mengirimkan segmen dari 1 host ke host yang lain.
  •     Memastikan reliabilitas data
5. Layer Network
    pengalamatan dan routing


6. Layer Datalink
  •    Arbitration, pemilihan media fisik 
  •    Addressing, pengalaman fisik
  •    ErrorDetection, menentukan apakahdata telahberhasil terkirim.
  •    Identify Data Encapsulation, menentukan pola header pada suatu data.

7. Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya
    melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem. Lapisan physical ini menentukan
    spesifikasi koneksi fisik jaringan komputer, antara lain :
  • Tipe kabel
  • Tipe konektor
  • Hubungan pin konektor dengan kabel
  • Tipe interface suatu peralatan jaringan komputer

Senin, 05 Desember 2011

Socket adalah sebuah cara untuk berkomunikasi dengan program atau node lain menggunakan file deskriptor. Di UNIX (dimana socket diciptakan) kita sering mendengar slogan: “everything is a file”, jadi untuk berkomunikasi dengan program atau node lain semudah kita membaca dan menulis file deskriptor. Antarmuka socket dan file adalah mirip, jika pada file kita membukanya dengan open() sedangkan pada socket kita manggunakan socket(). Pada file deskriptor yang menjadi tujuan adalah sebuah file, sedangkan pada socket adalah komputer atau node lain. Intinya ketika kita telah terhubung dengan socket(), maka antarmukanya sama saja dengan sebuah file. Sebuah abstraksi perangkat lunak yang digunakan sebagai suatu “terminal” dari suatu hubungan antara dua mesin atau proses yang saling berinterkoneksi




Penggunaan socket programming memungkinkan adanya komunikasi antara client dan server. Salah satu contoh sederhana penggunaan socket programming adalah pembuatan program untuk chatting. Program tersebut sebenarnya merupakan bentuk aplikasi berupa komunikasi antara client dan server. Ketika seorang user(client) melakukan koneksi ke chat server,program akan membuka koneksi ke port yang diberikan, sehingga server perlu membuka socket pada port tersebut dan “mendengarkan” koneksi yang datang. Socket sendiri merupakan gabungan antara host-adress dan port adress. Dalam hal ini socket digunakan untuk komunikasi antara client dan server.
Soket merupakan fasilitas IPC (Inter Proses Communication) untuk aplikasi jaringan. Agar suatu soket dapat berkomunikasi dengan soket lainnyanya, maka soket butuh diberi suatu alamat unik sebagai identifikasi. Alamat soket terdiri atas Alamat IP dan Nomer Port. Contoh alamat soket adalah 192.168.29.30: 3000, dimana nomer 3000 adalah nomer portnya. Alamat IP dapat menggunakan alamat Jaringan Lokal (LAN) maupun alamat internet. Jadi soket dapat digunakan untuk IPC pada LAN maupun Internet.

Sabtu, 12 November 2011

ADO.NET & Connected Application


 NAMA/NIM   : Fitriana Faristia / 10.41010.0206
Dosen             : Tan Amelia
Tugas             : ADO.NET & Connected Application

ADO.NET adalah teknologi akses data universal terbaru berdasarkan prinsip tanpa koneksi (connectionless principle) yang didesain untuk mempermudah batasan koneksi yang dahulunya harus Anda perhatikan ketika membuat aplikasi terdistribusi. Aplikasi hanya terhubung ke database untk beberapa saat guna mengakses atau update data, kumudian diputus. data yang diakses dapat disimpan pada salah satu objek ADO.NET, yaitu pada DataSet atau DataView. Keuntungan dari disconnected architecture ialah mampu menangani lebih banyak user. Kelebihan lain data yang disimpan di DataSet berada di memori dan berformat XML.
ADO.NET bertugas menyediakan fasilitas untuk mengakses object data baik berupa data relational, data XML dan aplikasi data lainnya.


Struktur ADO.NET

ADO.NET merupakan suatu Class di dalam System.Data.Dll dan terintegrasi dengan Class XML di System.Xml.Dll
Dalam penerapan ADO.NET, kebutuhan mengakses data dapat dilakukan dengan menggunakan .NET Framework data Providers, terdiri dari :
  • Data Provider for SQL Server (System.Data.SqlClient).
  • Data Provider for OLEDB (System.Data.OleDb).
  • Data Provider for ODBC (System.Data.Odbc).
  • Data Provider for Oracle (System.Data.OracleClient).
Terdapat 2 komponen penting dalam ADO.NET Class ,yaitu:
  • Data Provider
    Data Provider merupakan komponen yang berisi nama piranti/driver yang akan digunakan oleh model obyek ADO.NET untuk mengakses sumber data. Data Provider mengandung beberapa object antara lain:
  • Connection object : menyediakan koneksi ke Database
    (SqlConnection, OleDbConnection, OdbcConnection, OracleConnection)
  • Command object : digunakan untuk melakukan pernyataan SQL atau prosedur yang akan dilaksanakan pada Database
    (SqlCommand, OleDbCommand, OdbcCommand, OracleCommand)
  • DataReader object Aliran berbasis, forward-only, read-only pengambilan hasil query dari Database
    (SqlDataReader, OleDbDataReader, OdbcDataReader, OracleDataReader)
  • DataAdapter object : mengisi Object Dataset dengan hasil dari Database
    (SqlDataAdapter, OleDbDataAdapter, OdbcDataAdapter, OracleDataAdapter).
  • Dataset
    Dataset merupakan obyek yang terpisah dari sumber data dan dapat digambarkan sebagai sebuah record set yang terpisah. Pada dataset juga terdapat tabel, baris, kolom, relasi, constraint dan view.
    DataSet memberikan representasi terputus hasil query dari Sumber Data, dan itu benar-benar independen dari Sumber Data(database). DataSet memberikan fleksibilitas jauh lebih besar ketika berhadapan dengan manipulasi data. DataSet terdiri dari kumpulan objek DataTable yang dapat berhubungan satu sama lain dengan DataRelation. DataTable berisi koleksi DataRow dan DataCoulumn. Objek DataAdapter menyediakan sebuah jembatan antara DataSet dan Sumber Data.
Secara ringkas cara mengakses data dengan menggunakan ADO.NET dapat dilelaskan sebagai berikut:
  • Lakukan koneksi ke sumber data dengan menggunakan obyek connection.
  • Obyek command digunakan untuk mengeksekusi perintah dengan parameter tabel, SQL atau stored procedure pada sumber data.
  • Jika obyek command menghasilkan lebih dari sebuah nilai, obyek command akan menghasilkan sebuah DataReader untuk menyediakan sekumpulan data tersebut.
  • DataAdapter juga dapat digunakan untuk membangun obyek Dataset.



3 komponen akses data yang utama yaitu :
1. OleDbConnection
OleDbConnection merupakan komponen yang bertugas menangani koneksi ke database dan menyediakan informasi-informasi data, seperti nama database, lokasi, dan driver database yang digunakan untuk berhubungan dengan database. Menggunakan driver berekstension .dll yang memnyediakan kode-kode penting yang mengizinkan OleDbConnection untuk dapat berkomunikasi ke database dengan caranya sendiri.
Contoh membuat koneksi database Access :
string DB_STR { get { return "Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0; Persist Security Info=False; Data Source=" + Server.MapPath("nama database"); } }
OleDbConnection conn = new OleDbConnection( DB_STR );
2. OleDbDataAdapter
OleDbDataAdapter komponen yang memiliki banyak fungsi, tidak hanya penyedia cara untuk mengambil datadari database, tetapi juga digunakan untuk memasukkan, update, dan menghapus data pada database. Komponen ini berfungsi juga sebagai jembatan di antara database dan objek dataSet dan akan mengambil data yang telah ditentukan, lalu akan mempopulate DataSet Anda.
Contoh membuat query  dari kelas OleDataAdapter:
string strSQL="SELECT * FROM 'namatable'i ";
OleDbDataAdapter    da   = new OleDbDataAdapter(strSQL , conn );
3. DataSet
Komponen DataSet berfungsi sebagai cache data yang disimpan di dalam memori. Komponen DataSet powerful dan sebaiknya digunakan pada aplikasi yang ingin Anda buat. DataSet tidak hanya menyimpan data yang diambil di OleDbDataAdapter, tetapi juga menyimpan informasi tabel, misalnya data yang diambil adalah nama kolom dan tipe datanya yang Anda kenal dengan nama meta data. data disimpan di dalam dokumen XML. Anda dapat melihat seluruh data secara maju dan mundur, juga dapat mengupdate data karena DataSet Komponen menyimpan seluruh data di dalam memori.
Contoh membuat dataset dari kelas DataSet :
DataSet ds=new DataSet();
Da.Fill(ds, “EmpTable”);
Ds.Tables[“EmpTable”].Rows.Count;//menghitung jumlah baris
Contoh membinding data ke repeater pada saat halaman di load :
<%@Page Language="C#" %>
<%@ import Namespace="System.Data" %>
<%@ import Namespace="System.Data.OleDb" %>
<script runat="server">
string DB_STR { get { return "Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0; Persist Security Info=False; Data Source=" + Server.MapPath("namadatabase"); } }
void Page_Load(object sender, EventArgs e)
{ //buat objek baru untuk koneksi
OleDbConnection conn = new OleDbConnection( DB_STR );
//Pilih data dari table
string strSQL="SELECT * FROM 'namatable' ";
OleDbDataAdapter da = new OleDbDataAdapter(strSQL , conn );
DataSet ds=new DataSet();
da.Fill(ds, "EmpTable");
Repeater1.DataSource = ds.Tables["EmpTable"].DefaultView;
Repeater1.DataBind();
}
</script>

Connected Application

Object Connection:
Untuk Microsoft Access:
dbconn=New
OleDbConnection("Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;data source=" +
server.mappath("file_access.mdb"))

Untuk Microsoft SQL Server:
dbconn=New OleDbConnection("Provider=SQLOLEDB;data
source=localhost; Initial Catalog=database_name;user
ID=user;Password=password")

Untuk Oracle:
dbconn=New OleDbConnection("Provider=MSDAORA;data
source=host_name; User ID=user;Password=password")


Opening and Closing Connection
Opening
Sebuah method yang digunakan untuk kontak dengan sumber data / database dan untuk membuka koneksi

Closing
Sebuah method yang digunakan untuk mematikan koneksi / mengakhiri koneksi.

Method Sql Command
ExecuteNonQuery
menjalankan data command tapi tidak mengembalikan nilai. Biasanya memanggil perintah SQL atau stored procedure yang berisi Insert, Update, Delete dan Get by ID.

ExecuteScalar
mengembalikan kolom pertama dari baris pertama dari data yang dikembalikan oleh command.
Digunakan ketika ingin menampilkan satu nilai.

ExecuteReader
Digunakan ketika ingin menampilkan banyak nilai (multiple nilai).
  • Transaksi adalah suatu proses.
  • Sebuah transaksi dapat berisi lebih dari satu proses.
  • Jika dalam transaksi terdapat lebih dari satu proses, maka untuk menyelesaikannya, semua proses harus berhasil dieksekusi dalam transaksi tersebut.

Sumber:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More